Advertisement
[ Advertisement Space ]
Lingkungan Nasional

Nelayan Ulee Kareung

Nelayan Ulee Kareung Bireuen masih mengandalkan pukat darat tradisional, dengan hasil tangkapan tergantung cuaca, sebagai sumber mata pencaharian utama

G

GG Reporter

Nelayan Ulee Kareung
Gambar Ilustrasi

Nelayan Desa Ulee Kareung, Bireuen, masih mengandalkan pukat darat tradisional sebagai sumber mata pencaharian utama. Hasil tangkapan mereka sangat tergantung pada cuaca, yang berarti bahwa pendapatan mereka bisa berfluktuasi secara signifikan dari hari ke hari.

Pukat darat tradisional ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan nelayan di Desa Ulee Kareung. Mereka menggunakan teknik yang telah turun-temurun untuk menangkap ikan dan lain-lain hasil laut. Meskipun cuaca bisa sangat berpengaruh, nelayan di sini tetap gigih dan terus berusaha untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal.

Metode Penangkapan

Metode penangkapan menggunakan pukat darat ini relatif sederhana namun efektif. Nelayan akan memasang pukat di sepanjang pantai dan menunggu ikan atau hasil laut lainnya terjebak. Kemudian, mereka akan mengumpulkan hasil tangkapan dan membawanya ke pasar untuk dijual.

Ketergantungan pada cuaca membuat nelayan di Desa Ulee Kareung harus sangat waspada dan siap menghadapi berbagai kondisi alam. Mereka harus memahami pola cuaca dan memanfaatkannya untuk meningkatkan hasil tangkapan. Dalam beberapa kasus, cuaca yang buruk bisa menghambat aktivitas penangkapan, tetapi nelayan di sini telah belajar untuk beradaptasi dan mengoptimalkan waktu mereka.

Dampak Lingkungan

Penggunaan pukat darat tradisional juga memiliki dampak lingkungan yang perlu dipertimbangkan. Meskipun metode ini relatif ramah lingkungan dibandingkan dengan metode penangkapan modern, masih ada potensi kerusakan pada habitat laut dan spesies yang terjebak secara tidak sengaja. Oleh karena itu, nelayan di Desa Ulee Kareung perlu memastikan bahwa mereka mengikuti praktik penangkapan yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Advertisement
[ Advertisement Space ]
#Bireuen #Lingkungan #Nelayan #Pukat Darat #Ulee Kareung

Berita Terkait

Cuaca Kaltim 22-23 Juni 2026
Lingkungan GG

Cuaca Kaltim 22-23 Juni 2026

Cuaca Kaltim 22-23 Juni 2026 diprediksi hujan ringan, masyarakat dihimbau waspada

G
GG Reporter
Medan Menuju Kota Hijau
Lingkungan GG

Medan Menuju Kota Hijau

Wali Kota Medan Rico Waas memaparkan visi Kota Hijau di depan PBB, menekankan kolaborasi dan pendidikan lingkungan untuk mencapai tujuan lingkungan

G
GG Reporter
Pusat Kendali Karhutla Canggih di OKI
Lingkungan GG

Pusat Kendali Karhutla Canggih di OKI

Pusat kendali karhutla canggih di OKI untuk menangkal petaka kebakaran, hasil kerja sama dengan Korsel

G
GG Reporter
Puncak Kemarau 2026
Lingkungan GG

Puncak Kemarau 2026

Puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026, waspadai risiko ISPA

G
GG Reporter