Advertisement
[ Advertisement Space ]
Lingkungan Nasional

Berau Jantung Segitiga Karang

Perairan Berau dinyatakan sebagai jantung segitiga terumbu karang dunia oleh KKP, menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa

G

GG Reporter

Berau Jantung Segitiga Karang
Gambar Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BERAU -- Wisatawan melihat terumbu karang saat menyelam di perairan Pulau Balikukup, Berau, Kalimantan Timur, Senin (1/6/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa perairan Berau merupakan jantung segitiga terumbu karang dunia.

Perairan Berau yang terletak di Kalimantan Timur ini memang dikenal karena keindahan dan kekayaan alam bawah lautnya. Terumbu karang yang masih terjaga dengan baik dan beragam biota laut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Keindahan Bawah Laut Berau

Menyelam di perairan Pulau Balikukup memberikan pengalaman unik bagi wisatawan. Mereka dapat melihat langsung keindahan terumbu karang dan berbagai jenis iikan yang hidup di sekitarnya. KKP berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan laut di daerah ini.

Dengan menyatakan perairan Berau sebagai jantung segitiga terumbu karang dunia, KKP menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan. Ini tidak hanya penting untuk lingkungan, tetapi juga untuk ekonomi lokal dan pariwisata.

Pengelolaan Sumber Daya Laut

Upaya KKP dalam mengelola sumber daya laut di Berau meliputi penelitian, konservasi, dan edukasi masyarakat. Dengan demikian, diharapkan terumbu karang dan biota laut dapat terjaga dengan baik untuk generasi mendatang.

Wisatawan yang berkunjung ke Berau dapat menikmati keindahan bawah laut sambil mendukung upaya pelestarian lingkungan. Ini merupakan contoh bagaimana pariwisata dapat berkontribusi positif pada kelestarian alam.

Advertisement
[ Advertisement Space ]
#Berau #KKP #Kalimantan Timur #Pulau Balikukup #Terumbu Karang

Berita Terkait

Cuaca Kaltim 22-23 Juni 2026
Lingkungan GG

Cuaca Kaltim 22-23 Juni 2026

Cuaca Kaltim 22-23 Juni 2026 diprediksi hujan ringan, masyarakat dihimbau waspada

G
GG Reporter
Medan Menuju Kota Hijau
Lingkungan GG

Medan Menuju Kota Hijau

Wali Kota Medan Rico Waas memaparkan visi Kota Hijau di depan PBB, menekankan kolaborasi dan pendidikan lingkungan untuk mencapai tujuan lingkungan

G
GG Reporter
Pusat Kendali Karhutla Canggih di OKI
Lingkungan GG

Pusat Kendali Karhutla Canggih di OKI

Pusat kendali karhutla canggih di OKI untuk menangkal petaka kebakaran, hasil kerja sama dengan Korsel

G
GG Reporter
Puncak Kemarau 2026
Lingkungan GG

Puncak Kemarau 2026

Puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026, waspadai risiko ISPA

G
GG Reporter